Apa jadinya jika seorang santri kampung tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga berani masuk universitas, meraih gelar doktor, dan menjadi tangan kanan Gus Dur?
Dr. KH. Manarul Hidayat, M.A. adalah bukti nyata bahwa santri tidak harus memilih antara pesantren dan kampus. Keduanya bisa dirangkul dalam satu nafas.
Dari Pasawahan hingga panggung nasional, ia mendirikan empat pesantren, memimpin para muballigh se-Indonesia, dan mengawal perjuangan NU di tengah badai politik.
Di era yang serba instan ini, ia hadir sebagai penyeimbang. Mengingatkan bahwa iman adalah kompas, akhlak adalah mahkota, dan NKRI adalah harga mati.
Bukan sekadar biografi. Ini adalah catatan perjuangan seorang ulama yang merangkul dunia tanpa pernah meninggalkan akar pesantrennya.
Jika NU kuat, NKRI sulit dihancurkan.
| ISBN | : | |
| Penulis | : | H. Jaelani, S.Ag., M.Pd.I. |
| Editor | : | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed. |
| Page | : | 263 halaman |
| Format | : | Soft Cover |
| Ukuran | : | 14,8 cm x 21 cm (A5) |
| Kategori | : | Biografi |


Ulasan
Belum ada ulasan.